Cara Menempatkan Iklan AdSense yang benar agar tidak dibanned

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Google AdSense merupakaan dambaan bagi sebagian besar pengelola blog. Meskipun banyak penyedia iklan lain yang memberikan uang dan mungkin bisa lebih dan lebih mudah, namun tetap saja Google AdSense adalah yang paling digandrungi. Mungkin karena ada tulisan "Google"-nya jadi minim bahkan kemungkinan tidak akan scam ( penipuan ). Sayangnya untuk mendapatkan akun AdSense full approve ( terutama akun non hosted ) butuh waktu yang lama dan kerja keras. Seperti situs ini dan kebanyakan situs lain telah beberapa kali mendaftar dan ditolak juga berkali-kali, bahkan dengan berbagai cara di Internet pun terkadang tidak manjur, itulah kerja keras untuk mendapatkan akun AdSense non hosted.

Sulit untuk didapatkan, tapi banyak juga peraturannya, itulah Google AdSense. Kita harus jeli dalam membaca kebijakan program AdSense. Akan sangat disayangkan apabila Anda sudah susah-susah mendapatkan akun AdSense dan sudah ada saldo jutaan rupiah namun kena penangguhan gara-gara menempatkan iklan di tempat yang tidak sesuai dengan kebijakan AdSense. Untuk menghindari hal tersebut, alangkah baiknya Anda membaca uraian singkat yang diringkas seperlunya dari situs resmi Google mengenai "Kebijakan Program AdSense"

Pantangan penempatan iklan dalam Bermain AdSense

Google and the Google logo are registered trademarks of Google Inc., used with permission.

Jangan Tayangkan Iklan AdSense di dalam "pop-up" atau "pop-under"

Tidak bisa dipungkiri, jika iklan berbentuk Pop-up sangat mengganggu. Bagaimana tidak ? Saat akan mengeklik sesuatu, tiba-tiba muncul jendela baru yang tidak kita inginkan. Hal itu mempengaruhi kinerja perangkat, apalagi jika menggunakan perangkat dengan RAM "mepet" tiba-tiba muncul jendela baru, lalu perangkat menjadi "macet". Selain itu, iklan berbentuk pop-up juga boros kuota. Meskipun pop-under tidak semenyebalkan pop-up, namun juga mengganggu dalam membaca artikel, sedangkan Google bahwa artikel yang baik itu digunakan untuk dibaca dan bermanfaat bagi manusia, jadi bisa dikatakan apabila pop-under mengganggu artikel dapat mengurangi nilai "kebermanfaatan" untuk dibaca. Namun bukan dengan alasan pop-under tidak menutupi artikel tetap boleh memasang iklan AdSense di pop-under.

Melabeli Iklan AdSense dengan kata yang dilarang

Jika kita memasang kode AdSense di platform Blogger melalui widget html/javascript, di kolom atas terdapat kolom untuk nama widget, jangan diisi dengan kata atau kalimat seperti :
  1. Situa Favorit
  2. Klik iklan di bawah ini
  3. Penawaran Terheboh
  4. Mohon diklik
  5. Situs Teman
dan sejenisnya. Iklan hanya boleh dinamai dengan nama yang mengisyaratkan bahwa iklan tersebut adalah iklan, misalnya :
  1. Iklan
  2. Tautan Sponsor
Hal di atas tidak terbatas pada platform Blogger saja, semua platform asalkan memasang iklan AdSense juga diberlakukan hal serupa ( mungkin tidak berlaku bagi situs Google itu sendiri ).

Ditempatkan pada situs yang didesain untuk menempatkan iklan saja

AdSense di desain untuk sama-sama menguntungkan penayang iklan dan si pengiklan. Jadi agar hasil yang diraih optimal untuk penayang dan pengiklan, tempatkan iklan AdSense di situs yang berisi konten. Jika Anda menempatkan iklan AdSense di situs berbasis konten, maka hasil Anda akan lebih optimal karena otomatis iklan akan menyesuaikan dengan konten, pengiklan pun juga diuntungkan karena mendapatkan klik iklan dari "orang" yang membaca konten sesuai dengan apa yang diiklankan sehingga "aksi" lebih berpeluang terjadi daripada yang hanya asal klik. Bagaimana dengan Safelink ? Seperti uraian di atas, makna tersiratnya adalah tempatkan iklan AdSense di halaman yang diinginkan pembaca. Safelink biasanya bertujuan untuk mengakali AdSense yang digunakan oleh pemilik situs yang melanggar kebijakan Google ( misalnya situs "unduh program bajakan" ), supaya tetap dapat penghasilan dari AdSense digunakanlah teknik safelink tersebut. Jika yang digunakan hanya safelink "buruk untuk AdSense" yaitu memenuhi salah satu atau lebih kriteria di bawah ini :
  1. Artikel monoton, tiap pengunjung melihat artikel yang sama.
  2. Dipasang iklan pop-up berlebihan.
  3. Iklan AdSense disamarkan oleh elemen pada Safelink supaya terjadi klik
  4. Ada script auto klik
Maka kemungkinan banned akan besar terjadi, namun ada juga safelink yang berkelas, yaitu safelink yang memiliki ratusan artikel sehingga tidak monoton dan fitur-fitur lainnya mungkin akan sedikit awet, namun ini tidak disarankan, karena bisa merugikan pengiklan dan akun AdSense bisa dibanned.

Jangan Pasangi iklan di fitur Sticky

Sticky dalam bahasa Indonesianya lekat atau lengket, maka iklan AdSense ditempatkan pada widget sticky disebut iklan lekat, hal tersebut tidak diperbolehkan oleh Google AdSense. Seperti yang dikutip dari situs resmi Google :
Iklan ini disebut sebagai “iklan lekat” dan tidak diizinkan. Kami akan mengambil tindakan bila kami menjumpai penerapan seperti ini.

Jangan Samarkan Iklan dengan konten

Menyamarkan iklan AdSense dengan konten menyebabkan klik tidak sengaja, hal ini jelas-jelas merugikan pengiklan, untuk menghindari hal tersebut pastikan warna iklan tidak terlalu berkamuflase dengan konten situs, kamuflase di sini berbeda dengan menyelaraskan. Perhatikan juga jarak antara "iklan selaras" dengan konten supaya menghindari klik tidak disengaja.

********** JIKA ADA KESEMPATAN AKAN DILANJUTKAN PADA ARTIKEL BERIKUTNYA **********

diolah dari :

  • https://support.google.com/adsense/answer/3394713?hl=id
  • https://support.google.com/adsense/answer/48182?hl=id
  • http://juragancipir.com/forums/topic/ask-blog-safelink-bahaya-atau-tidak-untuk-google-adsense/
  • http://juragancipir.com/forums/topic/bolehkah-memasang-iklan-adsense-pada-sticky-widget/
  • http://www.arlinadzgn.com/2015/12/cara.membuat.sticky.widget.di.sidebar.blog.html
Tag : Blogger
Back To Top