Unsur Karya Sastra Cerpen

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم


Cerpen

Pernahkah kalian membaca cerpen ? Cerpen dapat dengan mudah dijumpai di berbagai majalah, baik di majalah anak-anak bahkan sampai majalah dewasa religi juga sebagian besar memuat sebuah cerpen. Cerpen merupakan salah satu contoh karya sastra. Dalam kurikulum 2013 cerpen sudah dikenalkan pada jenjang menengah pertama, tepatnya di kelas VII. Untuk menambah dan mengingat kembali pemahamanmu mengenai cerpen, mari kita simak unsur-unsur yang terkandung dalam cerpen berikut ini :

Unsur Cerpen

Tema

Tema merupakan sesuatu / hal yang menjadi pokok permasalahan / pokok pikiran dari pengarang cerpen yang ditampilkan dalam cerpennya ( karangannya )

Sudut Pandang

sumber : pixabay.com
Sudut pandang adalah kedudukan / posisi si pengarang dalam membawakan sebuah karangan. Sudut pandang dibedakan menjadi sudut pandang orang pertama dan sudut pandang orang ketiga. Sudut pandang orang pertama adalah si pengarang menjadi pelaku ( pada umumnya pelaku utama ) dalam sebuah karangannya. Ciri suatu cerpen menggunakan sudut pandang orang pertama adalah menggunakan “aku”, “saya”, “kami”, dan “kita”, misalnya “Entah kenapa aku merasa merinding, kulihat jam dinding sudah menunjukkan waktu pukul Sembilan pagi, namun langit masih sangat gelap”. Sudut pandang orang ketiga adalah si pengarang tidak “dimasukkan” dalam cerita, pengarang menggunakan tokoh lain untuk pelaku. Ciri khas cerpen menggunakan sudut pandang orang ketiga adalah menggunakan “nama tokoh”, “dia”, “ia”,”mereka”,”beliau”,dsb ( selain yang digunakan pada sudut pandang orang pertama ), misalnya “Budi tiba-tiba teringat omongan pengemis tua yang tidak sengaja ditabraknya tadi. Namun, ia tetap menjalankan aksi nakalnya tersebut.”

Latar / Setting

Latar adalah keterangan tempat, waktu, dan sosial terjadinya peristiwa tersebut. Latar tempat adalah tempat / letak / ruang/ daerah terjadinya peristiwa dalam cerita tersebut, misalnya “Selama liburan sekolah, aku menginap di rumah nenekku bersama dengan kedua orang tuaku. Aku di sana sangat senang sekali karena …”

Plot / Alur Cerita

Plot adalah jalan cerita atau rangkaian peristiwa dalam cerpen dari awal sampai akhir, dan saling berhubungan satu dengan yang lain. Tahapan plot adalah sebagai berikut :
  • Tahap Perkenalan ( Eksposisi ) yaitu awal dari suatu cerita, biasanya dan memang belum disertai ketegangan, pada bagian ini biasanya diceritakan latar baik tempat, waktu maupun sosial. Selain itu biasanya juga diceritakan pengenalan dari tokoh utama.
  • Tahap Konflik adalah tahap dimulainya adanya pertentangan antar tokoh.
  • Tahap Penanjakan Konflik / Komplikasi adalah tahap di mana konflik semakin rumit dan suasana semakin menegang. Biasanya pada bagian komplikasi ini, nasib pelaku di kemudian menjadi semakin sulit ditebak.
  • Tahap Klimaks adalah tahap di mana konflik memuncak, biasanya pada tahap ini, nasib si pelaku lebih mudah untuk diduga, meskipun nanti dugaan tersebut bisa saja salah.
  • Tahap Penyelesaian adalah tahap yang paling akhir, di tahap ini dijelaskan nasib-nasib para tokoh, dan juga terdapat penyelesaian masalah yang telah terjadi di bagian-bagian terdahulu. Namun ada juga yang tidak disertai dengan penyelesaian konflik ( menggantung ) sehingga bias dikatakan penyelesaian diserahkan kepada pembaca.

Perwatakan / Penokohan

Perwatakan atau penokohan adalah cara penulis menggambarkan watak para tokohnya. Ada tiga cara pengarang menggambarkan watak tokohnya, yaitu :
  • Analitik, yaitu penulis menggambarkan ( lebih tepatnya menceritakan ) secara langsung watak tokoh.
  • Dramatik, yaitu penulis menggambarkan watak tokoh secara tidak langsung yaitu dengan melalui dialog antar tokoh, jalan pikiran tokoh, perbuatan, dsb.
  • Campuran, yaitu gabungan antara analitik dan dramatic.

Amanat

Amanat secara sempit yaitu pelajaran yang dapat diambil dari cerita tersebut.
Sumber :
Santiyo, dkk. 2015. Pendalaman Materi Sukses Ujian Nasional Bahasa Indonesia Kelas IX. Jakarta: Akasia Citraprima.
Back To Top