5 Pengaruh Anak Bagi Orang Tua

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم


[ PERHATIAN !!! ]

SEBELUM BERKOMENTAR ATAU TERPANCING EMOSI, HARAP BACA DAHULU ARTIKEL SECARA LENGKAP SUPAYA TIDAK TERJADI KESALAHPAHAMAN

sumber : pixabay.com
Semua hal yang berbau keduniawian memiliki dampak negatif dan positif tersendiri dari hal yang sepele sampai hal yang sangat penting, misalnya anak. Namun memiliki dampak negatif bukan berarti hal tersebut buruk, namun dampak tersebut bisa juga dihindari dan diminimalisir. Pada artikel ini, admin TIDAK meREKOMENDASIkan UNTUK TIDAK PUNYA ANAK namun untuk mengingatkan saja bahwa kita tidak boleh terlena oleh harta kita yang paling berharga yaitu anak. Dalam Al-Qur’an ( At Taghabun : 15 dan Al Anfal: 28 ) anak disebut sebagai cobaan bagi orang tua, maka dari itu kita harus berhati-hati dan layaknya bisa untuk berpikir jernih karena cobaan bisa menjerumuskan kita apabila kita gagal dalam melewatinya. Contohnya apabila kita ditimpa cobaan kemiskinan apabila kita tidak kuat melewatinya kita bisa terjerumus untuk mencuri, melakukan pekerjaan haram, dan hal-hal buruk lainnya. Maka dari itu, seharusnya kita bisa menjaga iman kita. Kembali ke topik yaitu pengaruh anak bagi orang tua, apa saja ? Simak penjelasannya berikut :
  • Menjauhkan dari dzikir kepada Allah Swt.

Allah berfirman dalam Surah Al Munafiqun ayat 9 yang artinya : “Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.” Dzikir ( mengingat Allah ) adalah suatu keharusan bagi setiap manusia, apabila ada manusia yang hampir tidak pernah mengingat Allah maka keimanannya patut dipertanyakan. Oleh karena itu, janganlah kesibukanmu mengurus anakmu menjadi sebab melalaikan Allah.
  • Menyebabkan Pelit

Rasulullah bersabda pada sebuah hadits yang artinya : “Sesungguhnya anak menjadi penyebab sifat pelit, pengecut, bodoh, dan sedih.” ( HR. Hakim dan Thabrani, dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih Al Jami’ hadits no. 1990 ) . Hadits tersebut langsung menjelaskan secara tegas bahwa anak berpotensi menumbuhkan berbagai sikap buruk pada orang tua, namun tentunya hal tersebut masih bisa dihindari.
Mengapa anak bisa menumbuhkan sifat pelit ? Secara logis, orang tua akan membiayai seluruh kebutuhan anaknya hingga anak tersebut bisa mandiri. Biaya tersebut bisa meliputi biaya makan, sandang, mainan, kebutuhan, papan, dan pendidikan. Tentunya semua itu tidak sedikit jumlahnya, terutama pendidikan, bagi orang tua yang terbebani akan biaya pendidikan, sandang dan sebagainya bisa mengakibatkan orang tua tersebut menjadi pelit, mengapa ? Cenderung mereka lebih memilih menyisihkan uang untuk biaya keperluan anaknya nanti hingga tidak ada yang tersisa untuk bersedekah untuk orang lain, padahal banyak orang yang di luar sana yang berhak atas harta kita. Oleh karena itu, kita harus tetap melaksanakan perintah Allah yaitu bersedekah, meskipun kita juga harus mengeluarkan biaya besar bagi anak. Kita harus sadar, semua tentunya akan kembali di sisiNya tanpa membawa harta benda dan jabatan.
  • Penyebab Munculnya Sifat Pengecut

Dalam hadits tersebut disebutkan bahwa anak dapat menimbulkan sikap pengecut, mengapa demikian ? Secara logis, orang tua tidak mau berpisah jauh dari mereka, kecintaan orang tua terhadap anak membuat orang tua takut kehilangan mereka. Hal tersebut merupakan hal yang wajar dan memang hal tersebut tidaklah salah, mengingat anak adalah hal yang paling disayangi dan yang paling penting bagi para orang tua. Sayangnya rasa takut begitu dominan, orang tua menjadi takut mati, tidak berani bertindak tegas ( di jalan Allah ), semuanya karena anak. Para orang tua harus sadar bahwa ada saat kita bersenang-senang kepada mereka, ada saat kita berpisah dari mereka, ada saat kita bisa memuaskan keinginan mereka, ada saat juga kita harus mengambil keputusan yang nantinya mengakibatkan anak-anak harus hidup lebih “sederhana”. Yang perlu diingat adalah bersandar kepada Allah yang Maha Pemberi dan keyakinan apa saja yang dititipkan Allah tidak akan hilang dan rusak.
  • Penyebab Kebodohan

Hadits tersebut juga menyebutkan bahwa anak juga dapat menyebabkan kebodohan bagi orang tua. Nabi bersabda demikian bukan tanpa sebab, tentunya sudah dipikirkan matang-matang. Orang tua yang berpikir terlalu sibuk mengurus dan menafkahi anak akan lupa terhadap pentingnya menuntut ilmu, sesibuk apapun kita, setua apapun kita, kita tidak boleh lupa untuk menuntut ilmu. Ingatlah peribahasa “ilmu bak pisau, semakin diasah semakin tajam, semakin jarang diasah semakin tumpul”.
  • Penyebab Kesedihan

Hadits yang telah disebutkan tersebut juga telah menyebutkan demikian, bahwa anak juga dapat menyebabkan kesedihan bagi orang tuanya. Ketika anaknya sakit atau ditimpa musibah orang tua mana yang tak bersedih ? Kesedihan adalah hal yang manusiawi, namun kesedihan tidak boleh terus menerus, karena kesedihan yang berlebihan itu tidak baik.
Back To Top