Perbedaan Qada’ dan Qadar

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم


sumber : pixabay.com

Pengantar

Setiap muslim ( bahkan seharusnya setiap orang ) harus percaya dan beriman kepada yang namanya Qada’ dan Qadar, karena Qada’ dan Qadar adalah salah satu dari rukun iman, jadi apabila seorang muslim tidak percaya terhadap Qada’ dan Qadar maka keimanannya bisa dikatakan “kurang”. Sayangnya masih banyak orang yang tidak beriman kepada Qada’ dan Qadar sehingga banyak orang yang tidak bisa menerima kenyataan, padahal kejadian-kejadian tersebut sudah menjadi takdir / nasib yang tela diberikan Allah.

Manfaat Beriman Kepada Qada’ dan Qadar

Qada’ dan Qadar sebagai salah satu rukun iman, selain wajib untuk di-imani juga ternyata menyimpan manfaat yang besar. Apabila kita percaya dengan apa yang namanya Qada’ dan Qadar maka hati kita akan senantiasa tenang dan tidak akan mudah ( bahkan tidak akan ) gelisah ketika dirinya mendapat suatu cobaan, karena ia sudah yakin bahwa segala sesuatu telah ditakdirkan oleh Allah Swt. Dengan hati yang tenang maka kita akan mendapat apa yang namanya kebahagiaan. Bukankah setiap orang ingin mendapatkan kebahagiaan ? Harta yang berlimpah pun belum tentu mewujudkan apa yang namanya kebahagiaan, namun dengan beriman kepada Qada’ dan Qadar bisa mewujudkan kebahagiaan, hebat bukan ? Selain itu, masih banyak pula manfaat beriman kepada Qada’ dan Qadar yang lain.

Pengertian Qada’ dan Qadar

Apa itu Qada’

Secara harfiah qada’ memiliki beberapa arti antara lain : keputusan, hukum, kehendak, dan ketetapan. Qada’ secara istilah adalah ketetapan Allah terhadap segala sesuatu sejak zaman Azali. Apa itu zaman azali ? Zaman azali adalah zaman ketika segala sesuatu belum tercipta.

Apa itu Qadar

Secara harfiah qadar artinya ukuran, kepastian, perwujudan kehendak dan kekuasaan. Sedangkan secara istilah qadar mempunyai arti perwujudan kehendak Allah Swt. terhadap semua makhluk-Nya dalam ukuran dan bentuk-bentuk tertentu sesuai dengan iradah-Nya.

Penutup

Pemantapan

Qada’ dan Qadar jika tidak dipahami dengan betul maka kita akan kebingungan membedakannya karena keduanya hampir sama. Jika belum paham, admin akan lampirkan contoh yang disediakan Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti :
Seorang bernama Elya saat ini belajar di Pondok Pesantren Modern Gontor. Sebelum Elya lahir ke dunia, bahkan sejak zaman azali, Allah Swt. telah menetapkan bahwa seorang anak bernama Elya kelak akan belajar di Pondok Pesantren Modern Gontor. Ketetapan Allah Swt. sejak zaman azali itulah yang disebut qada’ kemudian kenyataan yang terjadi saat ini disebut qadar.”

Kesimpulan

Berdasarkan contoh tersebut dapat diketahui bahwa antara qada’ dan qadar memiliki ikatan kesatuan bahkan memiliki hubungan yang sangat erat. Dan kalimat terakhir yang mungkin bisa mempermudah anda adalah bahwa Qada’ dan Qadar biasa disebut takdir.
Back To Top