Jenis-Jenis Takdir

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Intro


Pada artikel sebelumnya, admin telah membahas perbedaan Qada dan Qadar serta pengertiannya. Qada dan Qadar menurut buku yang saya baca disebut menjadi takdir, dan takdir pun ternyata juga terbagi lagi menjadi 2, yaitu takdir mubram dan takdir muallaq, apa itu ? Mari kita simak bersama-sama artikel berikut ini.



Jenis Takdir


Takdir Muallaq


Muallaq secara harfiah artinya sesuatu yang digantungkan. Sedangkan takdir Muallaq adalah ketentuan Allah Swt. yang mengikutsertakan peran manusia melalui usaha melalui usaha atau ikhtiarnya. Manusia diberikan kesempatan dan peran oleh Allah Swt. untuk berusaha sebaik mungkin dan Allah Swt. yang akan menentukan hasilnya. Perhatikan Qur'an Surah Ar-Ra'du/13:11 berikut ini :




لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ ۗإِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ۗوَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ ۚوَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ


Artinya : "Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia."




Contoh Takdir Muallaq


Berikut ini adalah contoh-contoh takdir muallaq yang admin dapatkan dari Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, simak contohnya :





  • Kepandaian




Seseorang yang ingin menjadi pandai maka orang tersebut harus berusaha untuk mendapatkannya. Salah satu cara untuk mendapatkan dan meningkatkan kepandaian adalah dengan belajar dengan tekun dan berdoa serta tidak lupa untuk pandai membagi waktu.





  • Kesehatan




Seseorang tidak akan selalu menyandang "sehat" semuanya tergantung dengan perilaku dan apa yang diusahakannya. Jika orang tersebut tidak memperhatikan pola makan, istirahat tidak teratur bahkan jarang berolahraga tentunya kesehatannya akan sering terganggu, berbeda dengan orang yang sering olahraga, mengatur pola makan, dan istirahat teratur. Kesehatannya tidak akan mudah terganggu.





  • Kemakmuran




Sesuatu yang berkaitan dengan takdir muallaq yang paling mudah dilihat adalah kemakmuran. Seseorang yang tadinya miskin bisa menjadi kaya apabila dia giat bekerja, pantang menyerah, bisa prihatin dan lain-lain. Seseorang dari kalangan kaya bisa jatuh miskin apabila orang tersebut tidak pernah sedekah dan sering menghambur-hamburkan uang.


Agar seseorang menjadi pandai, sehat, dan atau makmur maka orang tersebut harus berusaha dan bukan hanya menunggu nasib. Meskipun Allah Swt. sudah menentukan takdir seseorang tapi manusia hanya akan mendapat apa yang telah ia usahakan. Sebenarnya apabila seseorang percaya dengan takdir muallaq, dia tidak akan menjadi mudah menyerah, namun dia akan menjadi pribadi yang giat berusaha dan pantang menyerah karena orang tersebut akan termotivasi karena percaya bahwa manusia juga diberi peran untuk berusaha serta manusia hanya akan mendapat apa yang telah ia usahakan.



Takdir Mubram


Secara harfiah, mubram memiliki arti sesuatu yang tidak dapat dielakkan atau sudah pasti. Jadi Takdir Mubram adalah ketentuan mutlak dari Allah Swt. yang pasti berlaku dan manusia tidak diberi peran untuk mewujudkan ketentuan tersebut.


Contoh takdir mubram antara lain kematian, usia, jenis kelamin sejak lahir, dan hari kiamat. Tidak ada yang tahu secara pasti kapan dan siapa akan menemui ajal, tidak ada yang tahu berapa nanti usia yang akan dijalani oleh seorang manusia, dan tidak ada yang tahu kapan terjadinya hari kiamat dan manusia tidak bisa menunda kejadian-kejadian tersebut. Oleh karena itu, dinamakan takdir mubram.


Perhatikan firman Allah Swt. dalam surah Al-A'raf/7:34 :




وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلا يَسْتَقْدِمُونَ


Artinya : "Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya."



Sekian artikel dari admin, semoga bermanfaat bagi anda.. Artikel ini diolah dari : Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti..

Back To Top