Jenis-Jenis Plastik

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Di zaman modern ini, kehidupan manusia tidak lepas dari apa yang namanya plastik. Mulai dari kursi, meja, gayung, bahkan sampai wadah makanan dan minuman. Tak heran sebagian besar sampah di dunia adalah sampah plastik. Plastik ada banyak jenisnya, dan penggunaannya berbeda-beda. Tentunya kalian tahu apabila plastik pelampung dengan plastik kemasan air mineral konsumsi berbeda. Setiap plastik sudah dibekali kode tertentu untuk dibedakan jenisnya, dan beda kode beda juga penggunaannya. Biasanya kode plastik sudah dicetak atau mungkin juga tertulis di plastik tersebut atau sekitarnya. Namun banyak juga oknum produsen yang melanggar aturan penggunaan plastik yang sudah ditetapkan sehingga dapat membahayakan kesehatan konsumen. Memahami logo dan jenis jenis plastik memudahkan kita untuk menggunakan plastik sesuai kebutuhan dan mana yang baik dan tidak baik untuk didaur ulang sesuai fungsinya, dan mana yang aman dan mana yang tidak aman untuk digunakan. Untuk itu ayo pelajari penjelasan berikut !
a. PETE ( Polyethylene Terephthalate ) atau Kode 1
Bahan plastik ini adalah bahan plastik yang sering kita jumpai. Bahan plastik ini juga dikenal sebagai PET. Jenis plastik PETE sering digunakan untuk botol kemasan minuman dan pembungkus makanan. Seperti pada botol plastik air mineral yang sering kita jumpai dan juga beberapa produk minuman teh dalam kemasan biasanya menggunakan jenis plastik ini untuk kemasan botolnya. Namun sebenarnya plastik ini hanya dirancang untuk sekali penggunaan saja atau istilahnya sekali pakai, sehingga dapat berbahaya bila digunakan secara berulang. Boleh sih didaur ulang, akan tetapi tidak digunakan untuk kemasan makanan / minuman kembali karena bisa-bisa nanti bahan plastik dan bakteri yang sudah mengontaminasi plastik tersebut ikut tertelan akibat plastik tersebut sulit untuk dibersihkan dari bakteri dan bahan PETE bersifat beracun bagi manusia.
b. HDPE ( High-Density Polyethylene ) atau Kode 2
Plastik HDPE bersifat sangat keras dan tidak mudah rusak karena sinar matahari, suhu tinggi dan suhu rendah. Oleh karena itu, plastik ini digunakan untuk alat-alat yang bersifat tahan terhadap cuaca, misalnya tempat sampah. Selain itu, tahukah anda bahwa plastik kemasan sampo, pelembab, mainan dan botol detergen juga menggunakan jenis plastik ini ? Hal tersebut dikarenakan sifat plastik HDPE yang tahan air, minyak, bersifat sangat keras dan tidak mudah rusak karena sinar matahari, suhu tinggi dan suhu rendah. HDPE merupakan plastik yang paling banyak didaur ulang karena plastik ini dianggap paling aman dan proses daur ulang plastik ini terbilang sederhana dan tidak memakan banyak biaya.
c. PVC ( Polyvinyl Chloride ) atau Kode 3
pixabay.com 
Pernah dengar dengan istilah pipa PVC ? Pipa tersebut dibuat dengan jenis plastik ini, selain itu plastik PVC juga digunakan sebagai pelampung renang dan komponen kabel dalam komputer. Sebenarnya plastik ini dikhawatirkan menjadi plastik beracun karena plastik tersebut mengandung berbagai racun yang dapat mengontaminasi makanan. Namun tidak sedikit dan bahkan bahan ini sengaja digunakan sebagai pembungkus makanan dan botol minyak sayur. Jenis plastik ini sulit untuk didaur ulang dan sebaiknya bila didaur ulang tidak digunakan kembali sebagai pembungkus makanan karena sangat berbahaya.
d. LDPE ( Low-Density Polyethylene ) atau Kode 4
Jika dilihat dari namanya, plastik ini mungkin kebalikan dari HDPE. Mungkin bisa dibilang agak tepat, karena apabila plastik HDPE paling sering didaur ulang maka plastik LDPE jarang didaur ulang dan apabila plastik ini didaur ulang, maka plastik ini biasanya hanya untuk bahan pembuat ubin lantai. Plastik ini juga sering digunakan untuk pembungkus buah-buahan dan botol pelumas. Namun tidak sepenuhnya berbanding terbalik dengan HDPE, plastik LDPE mempunyai tingkat racun yang terbilang lebih rendah dibanding plastik yang lain.
e. PP ( Polyprophylene ) atau Kode 5
Ternyata ember dan isolasi mempunyai bahan yang sama lho, yaitu plastik PP. Selain itu, PP juga digunakan sebagai sedotan, tali, kotak yogurt dan maargarin dan kaleng plastik cat. Hal itu dikarenakan plastik ini bersifat kuat, ringan, dan tahan panas. Serta plastik ini juga bisa menjaga bahan yang ada di dalamnua dari minyak, kelembaban, dan senyawa kimia. Tak heran apabila plastik ini juga biasa sebagai wadah sereal untuk menjaga produknya tetap kering dan segar.
f. PS ( Polystyrene ) atau Kode 6
Plastik ini memiliki nama lain Styrofoam. Nah, mungkin dengan menuliskan kata styrofoam tadi tanpa menjelaskan panjang lebar anda sudah paham dengan sendirinya. Namun tentunya saya akan menjelaskan dahulu. Biasanya plastik ini digunakan di dalam kemasan yang apabila terkena guncangan mudah rusak ( misalnya laptop, kulkas, dan sebagainya ) sebagai peredam getaran. Selain itu tak jarang kita menemui kemasan makanan dengan menggunakan styrofoam. Sebenarnya hal itu tidak baik, karena senyawa styrene pada polystyrene bisa lepas dari plastik tersebut dan mengontaminasi makanan. Padahal senyawa tersebut apabila terkonsumsi dapat menyebabkan kanker lho..! Oleh karena itu, sebisa mungkin kita menghindari penggunaan styrofoam sebagai pembungkus makanan.
g. Bahan Plastik Lain ( BPA, Polycarbonate, dan LEXAN ) atau Kode 7
sumber : wikipedia
Plastik dengan kode ini berbahan selain kode plastik yang disebutkan sebelumnya, bisa jadi ada bahan-bahan berbahaya yang digunakan. Selain itu, plastik kode 7 ini bisa digunakan untuk berbagai hal, misalnya aksesori mobil dan sebagainya. Namun ada juga produsen yang menggunakan kode plastik ini sebagai BOTOL MINUMAN BAYI dan pembungkus makanan. Sebenarnya tergantung bahan penyusunnya juga sih, mungkin ada yang aman, tapi juga banyak yang berbahaya seperti BPA. Maka, sebaiknya kita wajib sangat berhati-hati dengan penggunaan / pemakaian plastik jenis 7 ini.
Sekian uraian singkat ini, semoga bermanfaat bagi anda.
Sumber dan Referensi : Ilmu Pengetahuan Alam Kurikulum 2013 Kemendikbud 2015 SMP / MTs KELAS IX SEMESTER 1
Back To Top